Dear strangers,
Aku
belum pernah bertemu denganmu, jadi aku tidak tahu siapa kamu. Namamu, bahkan
aku belum tahu. Reni, Ari, Joko, Amir, Rani, Tia, Lia, Vina, Aan .. Aku merasa
asing dengan nama itu. Bukan karena aku tidak mau bertanya, tapi ada perasaan
yang membuatku enggan menanyakannya. Ada perasaan yang sedikit menyakitkan jika
mendengar nama itu. Dan mendengar banyak nama di sekitarku membuat aku pusing,
seolah tak ingin mengingat ada kejadian apa di kehidupan yang lalu.
Alamatmu?
Oh, aku bahkan tidak mau tahu tentang itu. Karena pasti kamu juga akan menanyakan di mana alamatku. Aku takut kamu akan mendatangi rumahku. Karena aku tidak mau itu terjadi. Dulu, aku pernah mempunyai teman
yang aku kira akan selamanya kami jadi sahabat. Pertama kali dia mendatangi
rumahku, kau tahu apa yang dia katakan, “Aku risih berada di sini”. Dia mengatakan
itu di depan mataku. Oleh karena itu, aku tidak ingin seorangpun yang belum
mengenalku mendatangi rumahku. Bukan hanya yang belum kenal, bahkan
teman-temanku yang sudah mengenalku. Aku tidak akan membiarkan mereka
mendatangiku. Lebih baik kita bertemu di tempat lain daripada di rumahku. Aku tidak
mau mendengar kata-kata yang lebih menyakitkan.
Mungkin
kamu heran kenapa aku seperti ini. Kamu menganggap aku aneh? Bukan hanya kamu,
teman terdekatkupun mengatakannya. Aku tidak suka bertemu dengan orang lain selain teman dekatku. Aku lebih suka bercakap-cakap melalui
tulisan daripada harus bertatapan muka langsung. Karena dari dulu, aku selalu
jadi pendengar, aku tidak pernah di berikan kesempatan bicara. Bahkan kalau aku
bicara, tidak ada yang mau mendengarkan. Aku lebih suka bermain kata-kata.
Kamu
sering melihatku sendirian? Memang, aku tidak suka berada di keramaian. Tidak ada
bedanya apakah aku di tempat yang sepi ataukah di tempat ramai. Karena aku
tidak akan terlihat. Aku sering diacuhkan jika berada di keramaian. Lebih tidak
di anggap. Mereka lebih memilih bersama-sama dengan orang yang lebih cantik,
lebih pintar daripada aku.
Menyesakkan kalau ternyata orang di sekeliling kita tidak respek terhadap kita dan menganggap kita tidak ada. Akan lebih baik jika aku sendiri saja. Akan lebih baik jika aku tidak bertemu dengan orang-orang yang menganggap aku tidak ada. Dan akan lebih baik jika aku menikmati ini sendirian. Karena ternyata sendirian itu enak.
Menyesakkan kalau ternyata orang di sekeliling kita tidak respek terhadap kita dan menganggap kita tidak ada. Akan lebih baik jika aku sendiri saja. Akan lebih baik jika aku tidak bertemu dengan orang-orang yang menganggap aku tidak ada. Dan akan lebih baik jika aku menikmati ini sendirian. Karena ternyata sendirian itu enak.
Bukan, bukannya
aku tidak mau membuka pintu pertemanan denganmu, hanya saja, kamu harus mau
menerimaku apa adanya aku. Aku bukan tipe orang yang banyak bicara, aku lebih
suka sendiri, dan aku tidak suka orang lain mengusikku. Tapi jika kita sudah
saling mengenal lebih lama, kau akan tahu, aku orangnya cukup menyenangkan.
Dear
strangers,
Aku
memberikanmu dua pilihan. Kau bisa berteman denganku asal kau memenuhi
syarat-syarat tadi. Tapi jika kau merasa tidak bisa menyanggupinya, tolong
biarkan aku sendiri. Dan tetaplah menjadi orang asing terhadap masing-masing.
Oh ya, kalau kau mengenal salah satu nama yang aku sebutkan tadi, bilang padanya untuk tidak menggangguku lagi, karena bagiku mereka sudah asing buat aku.
Sekian dan terima kasih.
- Orang asing di kehidupanmu -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar